Villa Yuliana

Jumat, 12 Des 2015 | 11:00:00 WIB, Dilihat 509 Kali

Oleh Hamdan Arfandy

Villa Yuliana Saat anda berkunjung ke Kabupaten Soppeng, jangan sampai melewatkan untuk mengunjungi Villa Yuliana.

Saat anda berkunjung ke Kabupaten Soppeng, jangan sampai melewatkan untuk mengunjungi Villa Yuliana. Di villa tersebut, anda bisa menemukan jejak-jejak pemerintahan Hindia Belanja.

Villa Yuliana merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda di Kabupaten Soppeng. Bangunan yang mulai dibangun pada tahun 1905 dan selesai pada tahun 1907 atas prakarsa C. A. Croesen selaku Gubernur Pemerintahan Hindia Belanda di Sulawesi ini, menjadi salah satu ikon wisata sejarah Kabupaten Soppeng.

Terletak di salah satu sudut Kota Watansoppeng, bangunan yang kini berusia satu abad lebih yang belakangan difungsikan sebagai Museum Latemmala tersebut tidaklah terlalu sulit untuk diakses. Apalagi, dengan posisinya di ketinggian membuat bangunan yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada Ratu Yuliana, putri Ratu Wilhelmina yang pernah berkuasa di Belanda ini menjadi sangat menonjol.

Keberadaan Villa Yuliana tersebut memang awalnya diperuntukkan sebagai penginapan bagi Ratu Yuliana yang direncanakan berkunjung ke Soppeng. Hanya saja, sengitnya peperangan antara Belanda dengan Kerajaan Gowa pada masa itu serta alasan faktor keamanan, kunjungan putri penguasa Belanda, Ratu Wilhelmina ini dibatalkan.

Selain dijadikan sebagai tempat peristirahatan Pemerintah Hindia Belanda, bangunan yang merupakan perpaduan antara arsitektur Eropa dan Bugis ini juga difungsikan sebagai pusat perkantoran dan pengawasan terhadap aktivitas raja dan masyarakat Kabupaten Soppeng. 

Selain menjadi salah satu cagar budaya, Villa Yuliana juga berfungsi sebagai museum. Di lantai satu, terdapat beberapa koleksi foto lama seputar sejarah Kabupaten Soppeng, fosil-fosil yang ditemukan peneliti di Kawasan Calio, buku-buku seputar Kabupaten Soppeng, serta peralatan-peralatan kuno yang digunakan oleh masyarakat tempo dulu yang masih tersimpan rapi.

Sementara di lantai dua, terdapat beberapa koleksi benda pustaka peninggalan Kerajaan Soppeng serta keramik asal China sebagai bukti adanya kerjasama antara Kerajaan Soppeng dengan para pedagang China. Dari ruang fosil, pengunjung dapat melihat adanya fosil gajah yang ditemukan pada tahun 1993 di Tanjonge, rahang gajah purba, fosil kura-kura raksasa yang juga ditemukan di kawasan sungai di daerah Calio, tengkorak babi rusa, serta fragmen gigi Anoa yang semuanya ditemukan peneliti di wilayah Kabupaten Soppeng.

Saat ini, Villa Yuliana telah banyak dikunjungi oleh para pelajar dan mahasiswa sebagai tugas penelitian dan sejarah. Peneliti dari luar negeri, seperti Belanda, Austria dan negara lainnya juga banyak yang datang ke villa tersebut.