Taman Prasejarah Leang-Leang

Jumat, 12 Des 2015 | 11:00:00 WIB, Dilihat 324 Kali

Oleh Hamdan Arfandy

Taman Prasejarah Leang-Leang Taman Prasejarah Leang-Leang terletak di Kecamatan Batimurung, Kabupaten Maros.

Baca Juga : Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung


Taman Prasejarah Leang-Leang  terletak di Kecamatan Batimurung, Kabupaten Maros. Terletak pada deretan bukit kapur yang curam. Para arkeolog berpendapat bahwa beberapa gua yang terdapat di area ini pernah dihuni oleh manusia purba sekitar 3000 hingga 8000 tahun sebelum masehi, ditandai dengan terdapatnya lukisan-lukisan pra sejarah yang terdapat di dinding gua berupa gambar babi rusa, dan gambar telapak tangan.

Selain itu juga ditemukan benda laut berupa karang yang menandakan bahwa gua tersebut pernah tenggelam dan dikelilingi oleh lautan. Di taman ini ada ratusan goa prasejarah yang tersebar di perbukitan cadas (karst) Maros-Pangkep. Dalam bahasa Makassar, leang artinya goa. Serupa dengan kata liang yang artinya lubang.

Hal yang menarik dari tempat ini adalah adanya lukisan-lukisan dinding pada goa-goa di Leang-Leang. Dari gambar-gambar pada dinding goa dan alat-alat yang ditemukan, kita bisa tahu seperti apa kehidupan manusia prasejarah.

Salah satu gambar telapak tangan diperkirakan sebagai cap telapak tangan milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari. Ritual itu dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.

Gambar-gambar di kedua goa banyak yang berwarna merah. Warna tersebut terbuat dari bahan pewarna alami yang dapat meresap kuat ke dalam pori-pori batu sehingga tidak bisa terhapus dan bertahan ribuan tahun.

Goa di Leang-Leang ditemukan oleh Mister Van Heekeren dan Miss Heeren Palm.

Dua arkeolog Belanda ini menemukan gambar-gambar pada dinding goa (rock painting ) di Goa Pettae dan Petta Kere, dua goa di Leang-leang, pada tahun 1950.

Usia lukisan-lukisan purba di Leang-Leang diperkirakan 5.000 tahun. Goa Pettae menghadap ke barat. Gambar yang ditemukan pada goa ini adalah lima gambar telapak tangan dan satu gambar babi rusa meloncat dengan anak panah di dadanya.

Selain gambar, ditemukan pula artefak serpih, bilah, serta kulit kerang yang terdeposit pada mulut goa. Untuk mencapai goa ini wisatawan harus menaiki 26 anak tangga.

Goa Petta Kere berada 300 meter di sebelah Gua Pettae. Peninggalan yang ditemukan pada goa ini adalah dua gambar babi rusa, 27 gambar telapak tangan, alat serpih bilah, dan mata panah. Untuk mencapai goa ini wisatawan harus mendaki 64 anak tangga.

Pemandangan yang mengelilingi kawasan Leang-leang sangat indah. Jadi tempat ini cocok untuk wisata budaya juga wisata alam.



Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
  • Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

    Jumat, | 11:00:00 | 670 Kali


  • Sungai Pute - Rammang-rammang
  • Sungai Pute - Rammang-rammang

    Jumat, | 11:00:00 | 794 Kali