Suku To Balo

Jumat, 12 Des 2015 | 11:00:00 WIB, Dilihat 276 Kali

Oleh Hamdan Arfandy

Suku To Balo Suku To Balo terdapat pada pegunungan Bulu Pao yang terbentang luas melintasi wilayah Kabupaten Barru dan Kabupaten Pangkep,

Baca Juga : Pantai Ujung Batu


Suku To Balo terdapat pada pegunungan Bulu Pao yang terbentang luas melintasi wilayah Kabupaten Barru dan Kabupaten Pangkep,  sejak ratusan tahun lalu. Suku To Balo mempunyai tampilan kulit yang tidak seperti masyarakat lain pada umumnya. Mereka mempunyai kulit yang unik, semua bagian tubuh.

Setiap Bayi yang terlahir pasti akan mempunyai kulit yang belang. Orang dari keturunan kelompok ini mempunyai rupa kulit tidak lazim sekujur tubuh khususnya kaki, badan, serta tangannya, dipenuhi dengan bercak putih. Sementara tepat di tengah dahi mereka, bercak itu juga terpampang hampir membentuk segitiga. Oleh oleh karena itu, nama kelompok mereka di kenal juga sebagai To Balo. To bermakna orang, dan Balo bermakna belang. Jadi bila diartikan, to balo bermakna manusia belang.

Kelainan yang diidap oleh masyarakat suku To Balo bukanlah penyakit akan tetapi pembawaan gen. Namun, penduduk setempat meyakini sebagai kutukan dewa. Alkisah suatu hari, ada satu keluarga yang melihat sepasang kuda belang jantan dan betina yang hendak kawin. Namun mereka bukan hanya menyaksikan, keluarga itu juga menegur dan mengusik tingkah laku kedua kuda itu. Maka, Sang Dewa marah lalu mengutuk keluarga ini berkulit seperti kuda belang atau belang. Lantaran malu dengan keadaan kulitnya yang belang, keluarga tersebut memilih untuk hidup di pegunungan  yang jauh dari keramaian.

Ada juga cerita versi lain. Para kelompok To Balo yakin, manusia dan kuda turun bersama dari langit kala bumi pertama diciptakan. Artinya, hewan berkaki empat itu bersaudara dengan manusia.

Suku To Balo menggunakan bahasa yang disebut bahasa bentong. Bahasa ini merupakan bahasa gabungan antara bahasa Makassar, Bugis dan Bahasa Konjo. Kelainan yang diidap masyarakat suku To Balo hingga saat ini bukanlah penyakit, tetapi gen bawaan. Dengan kata lain, belang atau bercak di badan mereka miliki sifat turun temurun dari leluhurnya yang mempunyai gen dominan.  Artinya saat pria dan wanita keturunan To Balo menjalin perkawinan dan mempunyai regenerasi To Balo pula, maka sudah pasti salah satu pasangan di antara keduanya mempunyai gen dominan pada anaknya.



Pantai Ujung Batu
  • Pantai Ujung Batu

    Jumat, | 11:00:00 | 330 Kali


  • Air Terjun Waesai
  • Air Terjun Waesai

    Jumat, | 11:00:00 | 295 Kali


  • Pulau Duttungeng
  • Pulau Duttungeng

    Jumat, | 11:00:00 | 335 Kali