Kawasan Malino

Jumat, 12 Des 2015 | 11:00:00 WIB, Dilihat 463 Kali

Oleh Hamdan Arfandy

Kawasan Malino Sudah pernah mengunjungi kawasan wisata Malino di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan? Jika belum, anda perlu mengagendakan kunjungan ke daerah ini jika sedang mengunjungi Kota

Baca Juga : Lapangan Golf Paddy Valley


Sudah pernah mengunjungi kawasan wisata Malino di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan? Jika belum, anda perlu mengagendakan kunjungan ke daerah ini jika sedang mengunjungi Kota Makassar. Malino merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong. Daerah yang terletak 90 kilometer dari Kota Makassar ke arah selatan ini merupakan salah satu obyek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa.

Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan anda ke Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata sejak zaman penjajahan Belanda.

Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah, tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng Gunung Bawakaraeng.

Perjalanan dari Kota Makassar menuju daerah ini memakan waktu sekitar dua jam. Wisata air terjun seribu tangga, air terjun takapala, hamparan kebun teh, lembah biru, bungker peninggalan Jepang, dan Gunung Bawakaraeng menjadi ciri khas Malino.

Oleh-oleh khas daerah ini adalah buah markisa, dodol ketan, tenteng Malino, dll. Malino, wajik, dan lain-lain.

Sebelum muncul nama Malino, dulu rakyat setempat mengenalnya dengan nama Kampung Lapparak. Laparrak dalam bahasa Makassar berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar, di antara gunung-gunung yang berdiri kokoh.

Malino mulai dikenal dan semakin popular sejak zaman penjajahan Belanda, lebih-lebih setelah Gubernur Jenderal Caron pada tahun 1927 memerintah di “Celebes on Onderhorighodon” telah menjadikan Malino pada tahun 1927 sebagai tempat peristirahatan bagi para pegawai pemerintah



Lapangan Golf Paddy Valley
  • Lapangan Golf Paddy Valley

    Jumat, | 11:00:00 | 394 Kali


  • Istana Balla Lompoa
  • Istana Balla Lompoa

    Jumat, | 11:00:00 | 418 Kali