Istana Balla Lompoa

Jumat, 12 Des 2015 | 11:00:00 WIB, Dilihat 394 Kali

Oleh Hamdan Arfandy

Istana Balla Lompoa Museum Balla Lompoa merupakan rekonstruksi dari Istana Kerajaan Gowa yang didirikan oleh pemerintahan Raja Gowa ke-31 pada tahun 1936

Museum Balla Lompoa merupakan rekonstruksi dari Istana Kerajaan Gowa yang didirikan oleh pemerintahan Raja Gowa ke-31 pada tahun 1936. Arsitektur bangunan ini berbentuk rumah khas orang Bugis, yaitu rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Dibangun di atas lahan seluas satu hektar yang dibatasi oleh pagar tembok yang tinggi.

Bangunan ini terdiri dari dua bagian, ruang utama seluas 60 x 40 meter yang di dalamnya terdapat kamar pribadi raja, tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, bilik kerajaan dengan luas masing-masing bilik berukuran 6 x 5 meter, dan ruang teras (ruang penerima tamu) seluas 40 x 4,5 meter. Bangunan ini banyak dilengkapi jendela yang merupakan ciri khas rumah Bugis dengan ukuran masing-masing jendela adalah 0,5 x 0,5 meter. Museum ini merupakan tempat penyimpanan koleksi benda-benda Kerajaan Gowa.

Disamping Balla Lompoa dibangun duplikat Istana Tamalate, merujuk pada ukuran aslinya di zaman lampau. Bangunan Istana Tamalate lebih besar dari Balla Lompoa. Adalah istana pertama Kerajaan Gowa sebelum kota raja dipindahkan ke dalam Benteng Somba Opu. Tapi Istana Tamalate yang sekarang berdiri di kompleks tersebut sebenarnya bukan bangunan istana yang asli. Karena yang asli sudah punah terkubur masa.

Istana Tamalate di sini adalah replika dari istana yang asli. Dibangun pada saat Syahrul Yasin Limpo menjadi Bupati Gowa tahun 1980-an. Bahan dan ukurannya disesuaikan dengan aslinya.// berdasarkan kajian terhadap sejumlah naskah Makassar kuno (lontara) yang menceritakan tentang Istana Tamalate.
Kompleks situs ini dapat dijangkau dengan mudah, dengan angkutan kota, taksi, maupun fasilitas angkutan hotel. Dengan angkutan kota, naik dari Lapangan Karebosi jurusan Sungguminasa turun di depan Balla Lompoa.