Festival Datu Tiro

Oleh: STIC Dinas Pariwisata Sulsel 12 Desember 2015 - 09.00 - Selesai WIB | dibaca: 483 pembaca

Festival Datu Tiro

Festival Dato Tiro adalah salah satu festival budaya yang diselenggarakan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Nama festival ini diambil dari nama seseorang yang berasal dari Tanah Minang yang menyebarkan agama Islam di Sulawesi Selatan pada sekitar tahun 1600-an yang bernama Dato Tiro.



Festival Dato Tiro ini biasanya dipusatkan di Pantai Samboang. Festival Budaya ini bertujuan mengingatkan upaya Dato Tiro dalam menyebarkan Islam Ahlusunnah Wal Jamaah di tanah Bulukumba atau yang dikenal Bumi Panrita Lopi. Kegiatan ini bertujuan untuk merefleksikan upaya Dato Tiro menyebarkan Islam tanpa harus menghilangkan identitas budaya yang melekat di masyarakat Bulukumba.



Diketahui, penyebaran Islam di Sulawesi Selatan tidak terlepas dari peran tiga dato yang dikenal, yakni Dato Ribandang, Dato Fatimang, dan Dato Tiro. Nama Dato Tiro dikenal sebagai peletak batu pertama penyebaran Islam di Bumi Panrita Lopi Bulukumba.



Kedatangan Dato Tiro dalam menyebarkan Islam di Bulukumba memang dikenal mampu memadukan antara ajaran Islam dan kearifan budaya lokal setempat sebagai sebuah ajaran yang diterima secara luas oleh masyarakat.



Dalam prosesi Festival Dato Tiro ini menampilkan beberapa kesenian. Diantaranya pembacaan riwayat dan sepak terjang Dato Tiro melalui kesenian Sinrili, Gandrang Bulo, Sitobo Lalang Lipa’, hingga seni bela diri.


Tanggal : 09 April 2016 10 April 2016
Tempat : bulukumba
Pukul    : 09.00 - Selesai
STIC Dinas Pariwisata Sulsel
Penulis: STIC Dinas Pariwisata Sulsel