Festival Pattaungeng dan Masappo Wanua

Oleh: STIC Dinas Pariwisata Sulsel 12 Desember 2015 - 09.00 - Selesai WIB | dibaca: 378 pembaca

Festival Pattaungeng dan Masappo Wanua

Upacara adat Pattaungeng merupakan ritual untuk para leluhur yang digelar masyarakat Soppeng.  Ritual leluhur ini mengandung makna mendalam sebagai penghormatan kepada roh leluhur. Ritual ini sudah dilakukan turun-temurun, sejak Soppeng masih berbentuk kerajaan.



Ritual ini dilakukan warga dengan melarung kepala sapi dan beberapa sesajen berupa nasi tiga warna yakni, ketan putih, hitam, merah dan beberapa sesajen. Warga membuat wadah dari bambu kemudian menaikkan sesajen tersebut, dan melarungnya ke sungai bersama kepada sapi. Proses larung ini dilakukan oleh orang pintar di kampung itu.



Upacara adat ini tetap dilestarikan karena bagian dari kearifan lokal. Ritual ini di back-up oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan telah  dijadikan destinasi wisata unggulan di Soppeng.



Ritual Pattaungeng patut diberi apresiasi sebagai suatu produk budaya dari hasil peradaban manusia dan merupakan sumber nilai yang tinggi bagi masyarakat sehingga. Ritual ini perlu terus dijaga dan dilestarikan sebagai sumber pemantapan jati diri di tengah pengaruh arus budaya global.



Kegiatan ini tidak berbau syirik atau menduakan Tuhan Yang Maha Esa, tapi semata hanya salah satu bentuk penghormatan kepada para leluhur sebagai kerifan lokal mengandung makna kehidupan.



Sementara, ritual Masappo Wanua di Soppeng hampir sama dengan ritual Mappalili di Pangkep. Di Soppeng, setiap tahun mengeluarkan arajang berupa sepasang gelang emas berkepala naga. Acara ritualnya disebut Masappo Wanua atau memagari negeri, yang dimaksudkan untuk memohon keselamatan. Acaranya relative singkat, hanya setengah hari. Arajang juga diarak keliling kampung, tapi tak berjalan kaki lagi seperti dulu.


Tanggal : 19 Maret 2016 19 Maret 2016
Tempat : soppeng
Pukul    : 09.00 - Selesai
STIC Dinas Pariwisata Sulsel
Penulis: STIC Dinas Pariwisata Sulsel