A Jarang (Pacuan Kuda Tradisional)

Oleh: STIC Dinas Pariwisata Sulsel 12 Desember 2015 - 12:12:00 WIB | dibaca: 387 pembaca

A Jarang (Pacuan Kuda Tradisional)

A’jarang atau Lomba Pacuan Kuda kerap dilakukan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kabupaten Jeneponto terkenal dengan julukan Kota Kuda. Tidak sekedar menjadi alat transportasi, namun kuda sudah menjadi bagian keseharian masyarakat, gaya hidup, juga simbol status seseorang bermasyarakat. Tak heran, semua rumah tangga memiliki kuda sebagai hewan peliharaan. 



Ada kebiasaan unik yang diadakan masyarakat Jeneponto untuk menguji kehebatan kuda peliharaan mereka, yaitu dengan pacu kuda tradisional atau dalam bahasa setempat “Pa' lumba Jarang atau A’jarang”. Pacu kuda ini kerap berlangsung di Kampung Beru, Kelurahan Empoang Selatan, lokasinya berada di tengah Kota Jeneponto. 



Lintasan pacuan sepanjang 600 meter tergolong sangat sederhana dan dibangun atas dasar inisiatif warga yang gemar dengan aktivitas pacuan kuda. Khususnya para pria yang menjadikannya sebagai atraksi hiburan. 



Uniknya juga, pacuan kuda itu kadang menggunakan joki anak-anak atau joki cilik yang berumur sekitar 8 hingga 17 tahun. Kuda yang mereka gunakan berlaga kebanyakan adalah milik warga yang ingin menguji kudanya. Meski hanya dengan menggunakan peralatan seadanya seperti helm standar untuk kendaraan bermotor dan sandal, mereka terampil dan mahir menunggangi kuda-kuda pacunya. 



Menjadi joki cilik adalah sebuah kebanggaan bagi mereka dan keluarganya yang beberapa diantaranya keahlian menunggang kuda pacu telah diwarisi turun temurun. Ketakutan akan terjatuh atau terluka jarang terlintas di pikiran para joki cilik ini. Yang terpenting bagi mereka adalah bisa ikut berlaga dan menjadi juara.


Tanggal : 06 April 2016 6 April 2016
Tempat : jeneponto
Pukul    : 12:12:00
STIC Dinas Pariwisata Sulsel
Penulis: STIC Dinas Pariwisata Sulsel